Lewati ke konten

HTML, CSS, dan JavaScript

Setelah membaca halaman ini, kamu akan mampu:

  • Menjelaskan fungsi HTML, CSS, dan JavaScript
  • Membedakan peran ketiga teknologi itu
  • Memahami posisi JavaScript (dan TypeScript) dalam ekosistem web

Di halaman sebelumnya, kita belajar bahwa setiap halaman web dibangun dari tiga komponen: HTML, CSS, dan JavaScript. Sekarang kita akan mengenal ketiganya secara lebih mendalam.

Kenapa ini penting sebelum belajar TypeScript? Karena TypeScript adalah pengembangan dari JavaScript. Untuk mengerti TypeScript, kamu perlu tahu dulu dari mana JavaScript berasal dan apa perannya.


HTML (HyperText Markup Language) adalah bahasa yang digunakan untuk membuat struktur sebuah halaman web. HTML bukan bahasa pemrograman — ia adalah bahasa markup (bahasa penanda).

HTML menggunakan tag (penanda) untuk mendefinisikan bagian-bagian dari sebuah halaman:

📄 HTML
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<title>Halaman Pertamaku</title>
</head>
<body>
<h1>Halo Dunia!</h1>
<p>Ini adalah paragraf pertamaku.</p>
<button>Klik saya</button>
</body>
</html>

Tag-tag seperti <h1>, <p>, dan <button> memberitahu browser: “ini adalah judul”, “ini adalah paragraf”, “ini adalah tombol”.

HTML adalah rangka bangunan — dinding, lantai, dan atap. Tanpa rangka, tidak ada bangunan.


CSS (Cascading Style Sheets) adalah bahasa yang digunakan untuk mengatur tampilan — warna, ukuran, jenis huruf, tata letak, dan sebagainya.

📄 CSS
h1 {
color: blue;
font-size: 32px;
}
button {
background-color: green;
color: white;
padding: 10px 20px;
}

Kode CSS di atas memberitahu browser: “buat semua judul berwarna biru”, “buat tombol berwarna hijau dengan tulisan putih”.

CSS adalah cat, wallpaper, dan furnitur — yang membuat bangunan terlihat indah dan nyaman.


JavaScript (sering disingkat JS) adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk membuat halaman web menjadi interaktif — bisa merespons aksi pengguna.

Contoh interaktivitas yang dibuat dengan JavaScript:

  • Tombol yang berubah warna saat diklik
  • Formulir yang langsung menampilkan pesan error tanpa perlu reload halaman
  • Gambar yang berganti otomatis (slideshow)
  • Menu dropdown yang muncul saat di-hover
📄 JavaScript
let tombol = document.querySelector("button");
tombol.addEventListener("click", function () {
alert("Kamu mengklik tombol!");
});

JavaScript adalah listrik dalam bangunan — yang menghidupkan lampu, AC, dan semua peralatan elektronik.


┌─────────────────────────────┐
│ JavaScript │ ◄── Interaktivitas
│ (Logika & Perilaku) │
├─────────────────────────────┤
│ CSS │ ◄── Tampilan
│ (Warna, Font, Layout) │
├─────────────────────────────┤
│ HTML │ ◄── Struktur
│ (Judul, Paragraf, Tombol) │
└─────────────────────────────┘

Awalnya, JavaScript hanya bisa berjalan di dalam browser. Tapi pada tahun 2009, diciptakanlah Node.js — sebuah program yang memungkinkan JavaScript berjalan di luar browser, langsung di komputer.

Ini mengubah segalanya. JavaScript yang tadinya hanya bisa untuk frontend, sekarang bisa juga digunakan untuk:

  • Membuat server (backend)
  • Membuat skrip otomasi
  • Membuat aplikasi command-line
  • Mengolah data

Inilah mengapa JavaScript menjadi salah satu bahasa pemrograman paling populer di dunia.


Sekarang muncul pertanyaan: jika JavaScript sudah bisa segalanya, kenapa perlu TypeScript?

Kita akan menjawab pertanyaan itu di halaman berikutnya. Tapi untuk sekarang, ingat satu hal:

TypeScript adalah versi yang lebih baik dari JavaScript — seperti JavaScript yang sudah “ditingkatkan”.


Teknologi Singkatan Fungsi
HTML HyperText Markup Language Struktur halaman
CSS Cascading Style Sheets Tampilan halaman
JavaScript JS Interaktivitas & logika
  • HTML bukan bahasa pemrograman — ia bahasa markup
  • JavaScript adalah bahasa pemrograman yang bisa berjalan di browser dan di komputer (via Node.js)
  • TypeScript adalah pengembangan dari JavaScript